Jumat, 29 Juli 2011

Resensi : Kue Pai Cinta .

0 komentar

Antara Kenikmatan dan Keserakahan

Judul Buku      : Kue Pai Cinta
Penulis            : Arleen Amidjaja
Penerbit          : Jaring Pena (Lini Penerbitan JP BOOKS)
Cetakan           : I ( Pertama)
Tahun Terbit    : Mei 2009
Tebal  Buku     : 191 halaman + cover

            Kue Pai ? Apa yang pertama kali dipikirkan saat mendengar kata kue pai ? Biasanya orang akan menjawab kelezatan dan cita rasanya. Tetapi saat mendengar kata kue pai cinta ,kira-kira apa yang bisa orang-orang pikirkan ? Bagaimanapun tanggapan terhadap kue pai cinta , hal itu pastinya akan sedikit berbeda dengan buku yang akan di ulas sekarang.
            Buku “Kue Pai Cinta” buah karya Arleen Amidjaja ini sangatlah menarik. Dengan pemaparan yang cantik , Arleen melukiskan berbagai keajaiban yang terjadi dalam setiap halamannya. Cerita ini dimulai ketika Hellen si tokoh utama yang menceritakan pengalamannya menemukan buku resep ajaib kepada cucu tersayangnya, Melissa. Semenjak kepindahannya dari Los Angeles ke Los Altos, Hellen dipertemukan dengan buku resep ajaib di The Darrenby’s ,toko yang menjual alat-alat pembuat kue kepunyaan Ms Darrenby. Dalam buku resep itu terdapat banyak resep kue pai yang aneh. Pai hujan ,Pai kucing pergi , Pai suara keras , dan masih banyak lagi. Hellen mulai mencoba membuat salah satu pai yang ada di buku resep tersebut. Setelah sukses dengan pai hujan dan pai suara selembut sutra , Hellen mulai merasa dia dapat melakukan apapun yang dia inginkan. Akhirnya Hellen membuat pai penakluk hati untuk membuat hubungannya dengan Aaron semakin dekat. Selain pai penakluk hati , Hellen juga  membuat berbagai pai lainnya untuk membantu temannya ataupun untuk kepentingannya sendiri. Namun seiring berjalannya waktu, Hellen mulai takut dengan kekuatan dari buku resep tersebut.Dalam perjalanannya bersama buku resep ini, Hellen belajar banyak hal, salah satunya adalah mengetahui bahwa kehidupan tidaklah sepraktis yang Ia pikirkan.
            Hal menarik lainnya adalah gaya bahasa yang digunakan dalam buku ini, sederhana dan komunikatif. Layaknya buku cerita pada umumnya, buku karya Arleen ini memiliki kelebihan yaitu dapat membuat pembacanya penasaran akan kelanjutan ceritanya. Dalam buku ini juga banyak terselip humor-humor dan gambar ilustrasi tokoh yang membuat pembacanya dapat tertawa dan lebih menikmati jalan ceritanya.  Dilengkapi dengan daftar isi dan hiasan gambar bunga di setiap halamannya membuat buku tersebut lebih menarik.
            Secara desain, cover nya yang soft warna putih susu dengan gambar seorang perempuan yang sedang asyik membaca buku, dan disebelah kiri dan kanannya terdapat tumpukan buku dan peralatan membuat kue membuat buku ini memancing rasa penasaran pembacanya. Ukurannya yang lebih kecil dari A5 memungkinkan novel ini ditenteng kemana – mana dan sangat nyaman untuk digenggam.
            Di samping segala kelebihan buku ini, seperti ungkapan tiada gading yang tak retak, buku ini masih memilliki kualitaas cetakan yang kurang baik, dimana saat membuka halaman pertama pada buku ini terlihat kertasnya mudah lepas karena pemberian lem yang tak merata. Meskipun demikian, buku ini adalah salah satu contoh buku fiksi yang berisi cerita segar dan menarik yang memancing pembacanya untuk mengembangkan daya imajinasinya. Kita diajak untuk menerka-nerka isi dari setiap halamannya karena membuat rasa penasaran untuk terus membacanya. Cerita yang mudah dibaca dan dinikmati isinya memang harus sederhana , komunikatif dan memancing rasa penasaran.(cam)

Minggu, 24 Juli 2011

49 days , amazing :)

0 komentar
Ini dia , drama korea yang bikin aku nangis :( 
jalan ceritanya yang gak bisa ditebak terus soundtracknya yang keren plus pemain"nya jago akting bikin drama ini pengen di tonton berkali kali :)

Drama “49 Days” bercerita mengenai seorang wanita dari keluarga kaya Sin Ji-hyeon (diperankan Nam Gyu-ri) yang sebentar lagi akan menikah dengan tunangannya (Bae So-bin), Tapi sebuah kecelakaan mobil membuatnya koma dan menghantarnya ke pintu gerbang kematian. Rohnya yang telah meninggalkan tubuhnya bertemu dengan “malaikatnya” Song Yi-soo (Jung Il-woo) yang bertugas mengumpulkan roh orang mati. Oleh Song Yi-soo, ia dibantu kembali ke kehdupan nyata dengan meminjam tubuh seseorang, Song Yi-kyeong (Lee Yo-won). Agar bisa tetap hidup, ia harus mendapat air mata yang tulus dari 3 orang yang mencintainya(kecuali orang tuanya) dalam waktu 49 hari. (Dalam agama Budha, dipercayai bahwa roh seseorang yang telah meninggal berada dalam masa transisi selama 49 hari, di mana karmanya selama hidup akan menentukan bagaimana rohnya akan bereinkarnasi pada kehidupan selanjutnya.).

ini nih para pemainnya :